Langsung ke konten utama

Kiat Agar Semangat Tidak Kendor Dalam Belajar.

Dewasa ini kita sering di sibukkan oleh beberapa hal,sampai-sampai tak punya waktu untuk istiqomah menjalankan rencana yang kita buat. Dewasa ini juga kita harus ekstra dalam menjalankan kehidupan,tak hanya masalah duniawi yang kita fikirkan akan tetapi akhirat yang harus kita prioritaskan. Maka kali ini insyaallah saya akan sharing ke teman-teman bagaimana kiat-kiat dan langkah istiqomah dalam belajar.




1. Luruskan niat dalam belajar
    
Kita tentu tahu bahwa kita diperintahkan untuk ikhlas dalam ibadah termasuk pula dalam belajar ilmu diin, sebagaimana Allah Ta’ala perintahkan, 
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin Al Khottob)

Karena ikhlaslah suatu kaum menjadi mulia. Sebagaimana Abu Bakr Al Marrudzi pernah mendengar seseorang berkata pada Abu ‘Abdillah yaitu Imam Ahmad bin Hambal mengenai jujur dan ikhlas. Imam Ahmad pun berkata,  Dengan ikhlas, semakin mulialah suatu kaum.” (Ta’zhimul ‘Ilmi, hal. 25).

2. Mengamalkan ilmu

Mengamalkan ilmu membuat seseorang semakin kokoh dan semangat untuk meraih ilmu lainnya. Sedangkan enggan mengamalkan ilmu adalah sebab hilangnya barokah ilmu. Bahkan karena tidak mengamalkannya, itu bisa jadi argumen untuk menjatuhkan diri seorang penuntut ilmu. Allah telah mencela orang-orang semacam ini dalam ayat, Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. Ash Shaff: 3).

Jika seseorang mengamalkan ilmu, maka Allah akan semakin memudahkan ia mendapatkan taufik untuk meraih ilmu lainnya. Selain itu, mengamalkannya semakin menolongnya membedakan antara yang benar dan yang keliru. Allah Ta’ala berfirman, Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (membedakan antara yang hak dan batil)” (QS. Al Anfal: 29).

Dalam ayat lain disebutkan, Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. ” (QS. Muhammad: 17).

Ibnu Mas’ud berkata, “Dahulu orang-orang di antara kami (yaitu para sahabat Nabi) mempelajari sepuluh ayat Qur’an, lalu mereka tidak melampauinya hingga mengetahui makna-maknanya, serta mengamalkannya.” (Muqoddimah Tafsir Ibnu Katsir)

3. Bergaul dengan orang-orang yang sholih

Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu para sahabat Nabi untuk tetap semangat dalam iman adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman, Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran: 101).

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita. Karena dengan sahabat baiklah yang membuat agama kita semakin kokoh. Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101)

Abdullah bin Al Mubarok mengatakan, “Jika kami memandang Fudhail bin ‘Iyadh, kami akan semakin sedih dan merasa diri penuh kekurangan.”

Ja’far bin Sulaiman mengatakan, “Jika hati ini ternoda, maka kami segera pergi menuju Muhammad bin Waasi’.” (Lihat Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas,  Sayyid bin Husain Al ‘Afani, hal. 466)

Ibnul Qayyim mengisahkan, “Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”. (Lihat Shahih Al Wabilush Shoyyib, hal. 94-95)

4. Bersifat pertengahan

Di antara sebab yang membuat seseorang cepat futur dalam belajar adalah sikap terlalu berlebihan (esktrim). Terlalu mempress dirinya untuk belajar tanpa mengenal waktu, tanpa istirahat badan dan tidak memperhatikan tubuhnya.

Cobalah ambil pelajaran dari hadits berikut ini.

Dari Mujahid, ia berkata, aku dan Yahya bin Ja’dah pernah menemui salah seorang Anshor yang merupakan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, para sahabat Rasul membicarakan bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib. Ia berkata bahwa ia biasa shalat malam (tanpa tidur) dan biasa berpuasa (setiap hari tanpa ada waktu luang untuk tidak puasa). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).

Kita mesti bersikap pertengahan termasuk pula dalam belajar agar sikap semangat bisa terus dijaga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati ‘Abdullah bin ‘Amr,
Dirimu itu memiliki hak yang mesti diperhatikan. Begitu pula keluargamu memiliki hak yang mesti diperhatikan.” (HR. Ahmad 2: 200. Sanad hadits ini hasan).

Begitu pula amalan yang terbaik adalah amalan yang pertengahan dan rutin, walau jumlahnya sedikit. Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya amalan yang paling dicintai di sisi Allah adalah yang rutin (kontinu) walau jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5861 dan Muslim no. 782).

5. Perbanyak do’a pada Allah agar tetap terus semangat

Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman, termasuk dalam hal ini adalah semangat dalam belajar. Allah Ta’ala berfirman,
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah  (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang sabar. Tidak ada do’a mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran: 146-148).

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,
Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)










































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menggunakan Google Keyword Planner untuk Pertama Kali

Google Keyword Planner adalah salah satu perangkat gratis yang biasa digunakan blogger untuk riset kata kunci (keyword research). Sayangnya, perangkat ini tidak ramah bagi orang yang pertama kali menggunakannya. Alih-alih mengetahui sejumlah kata kunci, orang tersebut akan “terjerumus” ke halaman membuat kampanye iklan AdWords pertama. Heran, pusing, dan kesal biasanya akan dialami oleh mereka yang masuk ke halaman tersebut. Bagaimana tidak, tujuannya ingin mengetahui volume pencarian suatu kata kunci dan kata-kata kunci relevannya, malah seolah-olah “disuruh” membuat kampanye iklan yang mesti dibayar menggunakan kartu kredit. Oh ya, contoh halamannya yaitu sebagai berikut : Nah, bagi Anda yang akan menggunakan Google Keyword Planner untuk pertama kali dan tidak ingin “terjerumus” ke halaman di atas, ikuti langkah-langkah berikut. 1. Kunjungi Google Keyword Planner (https://adwords.google.com/KeywordPlanner) 2. Klik Sign in lalu masukkan alamat dan password Gmail Anda. 3. Anda aka...

Metode Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 4D

  Hayy teman-teman aku punya macam-macam Metode Pengembangan Perangkat Model 4D nih, semoga dengan adanya saya membuat sebuah materi tentang Metode Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model 4D ini dapat bermanfaat bagi kalian dan semua orang yang membacanya. Langsung aja kita simak penjelasan materi di bawah ini : Model 4D merupakan salah satu metode penelitian dan pengembangan. Model 4D digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran. Model 4D dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel pada tahun 1974. Sesuai namanya, model 4D terdiri dari 4 tahapan utama yakni Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). 1. Tahap  Define   (Pendefinisian) Tahap awal dalam model 4D ialah pendefinisian terkait sayarat pengembangan. Sederhananya, pada tahap ini adalah tahap analisis kebutuhan. Dalam pengembangan produk pengembang perlu mengacu kepada syarat pengembangan, manganalisa dan mengump...

Cara Menghilangkan Index.php di codelgniter

  Pada codeigniter, secara default Anda harus menambahkan index.php untuk mengakses url. Tapi, bukankah url seharusnya dibuat sesimple mungkin agar mudah diakses dan ditemukan mesin pencari? Yap! Tapi, tenang saja. Anda dapat menghilangkan index.php codeigniter agar url lebih rapi dan mudah diakses kok. Artikel kali ini akan membahas cara menghilangkan index.php di codeigniter. Yuk ikuti langkah-langkahnya! Menghilangkan index.php codeigniter dapat dilakukan hanya dengan tiga langkah saja loh, yaitu : Mengedit File config.php Membuat File .htaccess Melakukan Testing Namun, sebelum memulai proses menghilangkan index.php codeigniter, pastikan Anda memahami cara kerja    codenighter  terlebih dahulu. Hal ini akan mempermudah Anda untuk mengikuti tutorial kali ini. Yuk, simak penjelasan detail cara menghilangkan index.php di codeigniter di bawah ini! 1. Mengedit File config.php Pertama-tama, bukalah project codeigniter dengan cara masuk ke cPanel hosting Anda terlebih da...